Postingan

Terkait Maraknya Berbagai Pihak Lakukan Perjalanan Luar Angkasa, Beberapa Peneliti Khawtirkan Dampaknya

Jakarta - Perlombaan menuju ke luar angkasa makin marak dilakukan berbagai pihak. Setidaknya lebih dari 85 perusahaan dan organisasi menuju ke sana. Namun di antara hiruk pikuk perlombaan itu, beberapa peneliti rupanya mengkhawatirkan sesuatu. Menurut mereka sebelum perjalanan ke luar Bumi menjadi sebuah hal yang rutin, dunia perlu menerapkan beberapa langkah biosekuriti dasar. Jika tidak, kita bisa saja mulai menerima pengunjung asing yang tak diinginkan. Pengunjung yang dimaksud oleh peneliti ini adalah organisme asing seperti mikroba misalnya. Mengutip Science Alert, Minggu (21/11/2021) dan jika organisme asing itu berhasil menumpang kembali ke Bumi di salah satu pesawat luar angkasa, maka itu bisa saja menjadi ancaman dan malapetakan bagi keseimbangan kehidupan Bumi. Memang kemungkinan di atas untuk terjadi masih dipertanyakan, terutama karena kita belum menemukan kehidupan di luar Bumi. Tetapi mengingat betapa buruknya jika sampai terjadi, hal tersebut merupakan keny...

Gunung Berapi Kilauea Yang Pernah Meletus Selama 5 Tahun Dan Menciptakan Letusan Lava Yang Memancur

Jakarta - Gunung Kilauea merupakan gunung berapi perisai aktif dan terbesar di Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Gunung setinggi 1.247 meter ini dikutip dari laman sciencealert, Senin (15/11/2021),. pernah meletus . hampir selama 5 tahun berturut-turut atau tepatnya 1.774 hari. Letusan bersejarah Gunung Kilauea dimulai pada 24 Mei 1969, diawali dengan suara gemuruh dari dalam perut gunung berapi yang paling aktif di Kepulauan Hawaii. Setelah itu disusul lava yang memancur secara spektakuler selama 5 tahun. Begitu besar letusan yang terjadi, lava yang mendingin menciptakan lanskap baru di sisi Gunung Kilauea, sehingga dinamai "gunung yang sedang tumbuh" atau Maunaulu. Pada tahun 1969 saja, dua belas air mancur lava besar meletus di situs tersebut. Aktivitas vulkanik ini telah diabadikan dalam foto-foto yang dramatis. Penampakan lava yang terekam bikin merinding seperti baja meleleh naik dari dasar bumi. Lava yang keluar dari dalam perut gunung begitu deras l...

Lebah Madu memiliki Mekanisme Yang Unik Ketika Sarangnya Diserang Lebah Raksasa, Berikut Selengkapnya

Jakarta - Lebah madu (Apis cerana) ternyata memiliki mekanisme pertahanan yang unik ketika sarangnya diserang sejenis lebah raksasa (Vespa soror). Untuk melindungi koloni dan sarang yang berisi madu dari serangan lebah raksasa, maka lebah madu membunyikan alarm khusus. Para ilmuwan yang melakukan penelitian mendeskripsikan alarm tersebut seperti suara jeritan yang mengganggu ketika sarangnya diserang lebah raksasa. Sinyal alarm system hiruk pikuk yang dihasilkan lebah madu disebut sebagai peringatan antipredator. Fenomena alarm pertahanan yang dikeluarkan lebah madu ini pertama kali ditemukan para peneliti dari Wellesley University di Massachusetts. Secara keseluruhan, para peneliti menangkap hampir 30.000 sinyal lebah dalam durasi perekaman lebih dari 1.300 menit, di tiga tempat peternakan lebah di Hanoi, Vietnam. Heather Mattila dan rekan-rekan peneliti dari Wellesley University di Massachusetts merekam suara di dalam sarang yang berisi lebah madu saat diserang sej...

Mengapa Setiap 3 November Tengah Hari Berlalu Lebih Cepat? Berikut Selengkapnya

Jakarta - Tahukah Anda, dalam satu tahun ada hari yang memiliki waktu lebih cepat dari biasanya dan ini terjadi pada tengah hari. Pada hari ini, 3 November 2021, tengah hari lebih cepat dalam setahun. Peneliti di Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang mengatakan, fenomena ini bukanlah suatu peristiwa yang aneh. Sebab, fenomena tengah hari lebih cepat dalam setahun ini terjadi setiap tahun pada tanggal 3 November. Andi menjelaskan, fenomena tengah hari yang lebih cepat pada setiap tanggal 3 November ini dikarenakan nilai perata waktu yang lebih besar sehingga Matahari akan transit lebih cepat dibandingkan dengan hari-hari biasanya dalam setahun. Perata waktu adalah selisih antara Waktu Matahari Sejati dengan Waktu Matahari Rata-Rata. Perata waktu dipengaruhi oleh dua faktor, yakni kemiringan sumbu Bumi dan kelonjongan orbit Bumi 1. Kemiringan sumbu Bumi Saat kemiringan sumbu bumi...

Arkeolog di Peru Menemukan Makam Kuno Diyakini Menjadi Pentunjuk Peradaban Pra-Inca Wari

Jakarta - Tim arkeologi di Peru utara menemukan sisa-sisa 29 kerangka makam kuno. Kerangka di pemakaman kuno ini diyakini menjadi petunjuk budaya masyarakat peradaban pra-Inca Wari. Penemuan makam kuno Peru ini dinilai dapat membantu para ahli untuk menulis ulang sejarah peradaban pra-IncaWari, dilansir dari Phys, Senin (25/10/2021). Sisa-sisa kerangka itu diperkirakan telah terkubur lebih dari 1.000 tahun yang lalu di Huaca Santa Rosa de Pucala, sebuah pusat upacara kuno di wilayah pesisir Lambateque, sekitar 750 kilometres di utara ibukota Peru, Lima. Kerangka di pemakaman kuno Peru ini terdiri dari tiga anak-anak dan seorang remaja yang ditemukan di depan kuil. Penemuan kerangka anak-anak dan remaja di pemakaman kuno Peru ini menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang dikorbankan dalam budaya Wari. Hal itu diungkapkan Edgar Bracamonte, peneliti utama, mengatakan kepada AFP. Bracamonte mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya penemuan yang terkait dengan peradab...

Apakah Itu Tsunami? berikut Ini Ada Beberapa Tragedi Tsunami Yang Terjadi, Sebagai Berikut

Jakarta - Tsunami merupakan gelombang air laut yang besar. Pemicunya adalah pusaran air bawah laut yang disebabkan oleh pergeseran lempeng, tanah longsor, erupsi gunung api, dan lain-lain. Gelombang tsunami dapat bergerak dengan sangat cepat dengan ketinggian gelombang hingga 30 meter. Pada tahun 2006 silam, wilayah Aceh disapu oleh gelombang tsunami dahsyat setelah terjadi gempa dengan kekuatan 8,9 SR Tsunami terbesar di dunia Beberapa peristiwa tidal wave tercatat sebagai yang paling merusak dan paling mematikan yang pernah tercatat oleh sejarah. Dilansir dari Live Science, berikut adalah daftarnya: Tsunami di Laut Mediterania Pada 8.000 tahun yang lalu, sebuah gunung berapi menyebabkan longsoran di Sisilia yang menabrak laut dengan kecepatan 321 km per jam. Peristiwa tersebut memicu tsunami dahsyat yang menyebar ke seluruh Laut Mediterania. Tidak ada catatan sejarah mengenai peristiwa ini, hanya catatan geologis, namun menurut para ilmuwan, ketinggian gelombangnya...

Selain Berwarna Kuning, Lalu Matahari Bisa Berwarna Apalagi Aslinya?

Jakarta - Sejak kecil, kita telah belajar memilih warna kuning untuk menggambar Matahari. Lalu, menambahkan sedikit warna jingga atau merah jika mengilustrasikan momen matahari terbit atau terbenam. Tetapi bintang di pusat tata surya kita itu sebenarnya tidak hanya berwarna kuning, jingga, atau merah saja. Tapi gabungan semua warna ini bersama-sama, dan banyak lagi. Matahari memancarkan cahaya dalam spektrum warna yang berkesinambungan. Jika melihat melalui prisma, Anda akan melihat sinar Matahari dibagi menjadi merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, hingga ungu. Ini semua adalah warna dalam spektrum yang terlihat, seperti dalam pelangi. Faktanya, pelangi adalah bagaimana sinar Matahari yang terlihat oleh mata ketika melewati tetesan air di atmosfer, yang bertindak seperti prisma kecil. Namun, meskipun Matahari multi-warna terlihat cerah, itu tidak sepenuhnya benar. Ketika semua warna cahaya yang dipancarkan Matahari dicampur, kita hanya mendapatkan satu warna. Jika...