Postingan

Mengetahui Ramalan Jayabaya Yang Akan Terjadi Pada Tahun 2022, Berikut Selengkapnya

Jakarta - Ramalan Jayabaya soal Kiamat yang akan terjadi di tahun 2022 menarik untuk ditelusuri. Hal itu terkuak dalam kitab Jangka Jayabaya di masa Kerajaan Kediri. Ramalan Jayabaya itu menyebut tanah Jawa akan memasuki zaman Kalasutra atau kebijaksanaan pada 2022. Sebagai informasi, selama ini Prabu Jayabaya yang merupakan seorang raja dari Kediri dikenal sebagai salah satu peramal ulung yang ramalannya banyak menjadi kenyataan. Seperti dikulip dari akun TikTok @dax_subang, menurut ramalan Jayabaya, tahun 2022 masuk dalam tahun ganjil atau Kalasutra. Berikut ini 20 misteri dan tanda-tanda kiamat kubra di Jaya yang diramalkan Jayabaya pada 2022: 1. Umah ala saya dipuja, artinya rumah maksiat makin dipuji. 2. Wong wadon lacur ing endi-endi, artinya banyak perempuan lacur di mana-mana. 3. Akeh laknat, artinya banyak kutukan. 4. Akeh pengkhianat, artinya banyak pengkhianat. 5. Anak mangan bapak, artinya anak berani pada bapaknya. 6. Sedulur padha mangan sedulur, artinya...

Penjelasan BMKG Terkait Awan Merah Disertai Petir di Puncak Gunung Arjuno Welirang

Jakarta - Fenomena awan berwarna merah yang disertai dengan kilat atau petir di atas puncak Gunung Arjuno Welirang menghebohkan warga. Menurut informasi masyarakat yang beredar di media sosial, fenomena tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, Senin (13/12/2021). Gunung Arjuno ini secara administratif terletak di perbatasan Kota Batu, Kaputen Malang, dan Kabupaten Pasuruan dan berada di bawah pengelolaan Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Penampakan fenomena yang telah banyak diunggah di media sosial tersebut membuat masyarakat di sekitar Kota Batu, Malang merasa khawatir akan pertanda gunung akan meletus. Namun, hal ini dibantah oleh Koordinator Kelompok Mitigasi Gunung Api Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Bencana Geologi ( PVMBG ) Kristianto. Kristianto mengatakan, fenomena yang terjadi di puncak Gunung Arjuno Welirang kemarin itu bukanlah peristiwa vulkanologi atau masalah gunung berapi. "Untuk informasi seperti di atas (fenomena awan kemerahan disertai petir/kil...

Mengetahui Bahaya Awan Panas, Yang Berasal Dari Letusan Gunung Berapi

Jakarta - Awan panas atau aliran piroklastik, dalam letusan gunung berapi , merupakan campuran terfluidasi dari fragmen batuan panas, gas panas, dan udara yang terperangkap dan bergerak dengan kecepatan tinggi. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, suhu gas vulkanik dapat mencapai 600 hingga 700 derajat celcius. Kecepatan alirannya sering melebihi 100 km per jam. Dengan demikian, awan panas bisa sangat berbahaya, seperti yang terjadi di Pulau Karibia Prancis, Martinique, pada tahun 1902. Saat itu, "awan bercahaya" menyapu lereng Gunung Pelee dan membakar kota pelabuhan kecil, Saint-Pierre, menewaskan semuanya kecuali dua dari 29.000 penduduknya. Awan panas berasal dari letusan gunung berapi yang eksplosif ketika ekspansi hebat pecahan gas yang keluar dari magma menjadi partikel kecil dan menciptakan fragmen piroklastik. Dilansir dari National Geographic, awan panas terbentuk dalam berbagai cara. Penyebab umumnya adalah ketika kolom lava, abu, dan gas yang dike...

Mengetahui Siklon Tropis Paddy, Fenomena Angin Kencang di Jakarta

Jakarta - Warga Jakarta dihebohkan dengan peristiwa angin kencang pada Selasa (23/11) malam. Pepohonan bergoyang kencang. Bahkan pintu koridor bus Transjakarta pun ikut berguncang malam itu. Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan Cuaca BMKG, Miming Saepudin mengungkap, angin kencang yang terjadi dampak dari siklus tropis paddy. Miming mengatakan, fenomena alam tersebut memang terjadi jauh di seletan Samudra Hindia. Namun, dampak bisa dirasakan di Indonesia "Salah satunya adalah fenomena angin kencang yang memang terjadi diwilayah Jakarta,"kata Miming saat dihubungi wartawan, Rabu (24/11). Catatan BMKG, kecepatan angin pada malam kemarin mencapai 28 Km sampai 46 Kilometres per jam. Angin kencang itu terjadi di Cengkareng, Kemayoran, Halim, dan Tanjung Priok. " Kami memberikan analisis memang kondisi tersebut, secara tidak langsung, sebagai dampak keberadaan Siklon Tropis Paddy di selatan Samudra Hindia,"katanya. Apa itu Siklon Tropis Paddy? Dik...

BMKG Memantau Siklon Tropis Paddy di Indonesia, Berikut Selengkapnya

Jakarta - Bibit siklon tropis 90S yang terdeteksi tumbuh beberapa hari yang lalu, sekarang sudah tumbuh menjadi siklon tropis Paddy, dan ini memiliki dampak terhadap cuaca di Indonesia Sejak 19 November 2021 lalu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) memantau pertumbuhan bibit siklon tropis 90S, di sekitar Samudra Hindia bagian tenggara. Berdasarkan analisis terbaru tanggal 22 November 2021 pukul 16.00 WIB, bibit siklon tropis 90S telah berkembang menjadi siklon tropis Paddy. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, posisi atau lokasi koordinat siklon tropis Paddy ini adalah 13.3 LS, 108.8 BT. "Siklon tropis Paddy ini diketahui berada di sekitar Samudra Hindia selatan Jawa Tengah,"kata Guswanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/11/2021) malam. Diketahui juga bahwa kecepatan angin maksimum di sekitar pusat Siklon Tropis Paddy mencapai 40 knot atau sekitar 75 km per jam dengan ...

Terkait Maraknya Berbagai Pihak Lakukan Perjalanan Luar Angkasa, Beberapa Peneliti Khawtirkan Dampaknya

Jakarta - Perlombaan menuju ke luar angkasa makin marak dilakukan berbagai pihak. Setidaknya lebih dari 85 perusahaan dan organisasi menuju ke sana. Namun di antara hiruk pikuk perlombaan itu, beberapa peneliti rupanya mengkhawatirkan sesuatu. Menurut mereka sebelum perjalanan ke luar Bumi menjadi sebuah hal yang rutin, dunia perlu menerapkan beberapa langkah biosekuriti dasar. Jika tidak, kita bisa saja mulai menerima pengunjung asing yang tak diinginkan. Pengunjung yang dimaksud oleh peneliti ini adalah organisme asing seperti mikroba misalnya. Mengutip Science Alert, Minggu (21/11/2021) dan jika organisme asing itu berhasil menumpang kembali ke Bumi di salah satu pesawat luar angkasa, maka itu bisa saja menjadi ancaman dan malapetakan bagi keseimbangan kehidupan Bumi. Memang kemungkinan di atas untuk terjadi masih dipertanyakan, terutama karena kita belum menemukan kehidupan di luar Bumi. Tetapi mengingat betapa buruknya jika sampai terjadi, hal tersebut merupakan keny...

Gunung Berapi Kilauea Yang Pernah Meletus Selama 5 Tahun Dan Menciptakan Letusan Lava Yang Memancur

Jakarta - Gunung Kilauea merupakan gunung berapi perisai aktif dan terbesar di Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Gunung setinggi 1.247 meter ini dikutip dari laman sciencealert, Senin (15/11/2021),. pernah meletus . hampir selama 5 tahun berturut-turut atau tepatnya 1.774 hari. Letusan bersejarah Gunung Kilauea dimulai pada 24 Mei 1969, diawali dengan suara gemuruh dari dalam perut gunung berapi yang paling aktif di Kepulauan Hawaii. Setelah itu disusul lava yang memancur secara spektakuler selama 5 tahun. Begitu besar letusan yang terjadi, lava yang mendingin menciptakan lanskap baru di sisi Gunung Kilauea, sehingga dinamai "gunung yang sedang tumbuh" atau Maunaulu. Pada tahun 1969 saja, dua belas air mancur lava besar meletus di situs tersebut. Aktivitas vulkanik ini telah diabadikan dalam foto-foto yang dramatis. Penampakan lava yang terekam bikin merinding seperti baja meleleh naik dari dasar bumi. Lava yang keluar dari dalam perut gunung begitu deras l...