Postingan

NASA Mengatakan Letusan Gunung Tonga 100 Kali Bom Atom Hitoshima

Jakarta -  Gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai 15 Januari lalu meledak sangat dahsyat hingga terlihat dari luar angkasa. Tak hanya berhasil menimbulkan tsunami mini sepenjuru Pasifik dan memakan korban jiwa, letusan gunung berapi ini juga menghasilkan shockwave yang mengelilingi bumi berkali-kali. NASA mengestimasi ledakan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai melepas energi 100 kali lipat dari energi yang dilepaskan Little Kid, bom atom yang menghanguskan kota Hiroshima. Tim peneliti yang dipimpin Jim Garvin menggunakan kombinasi citra satelit dan information survei untuk menghitung seberapa banyak batu yang menghilang, seberapa tinggi erupsi, dan beberapa faktor lain. Kemudian semua itu digabung untuk mengkalkulasi kekuatan ledakan yang dilepas gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai. "Ini adalah perkiraan awal, tetapi kami pikir jumlah energi yang dilepaskan oleh letusan itu setara dengan sekitar 4 hingga 18 megaton TNT" ujar Jim Garvin melalui blog site...

BMKG Memantau Siklon Tropis Tiffany, Berikut Dampaknya Pada Indonesia

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) memantau adanya pertumbuhan siklon tropis Tiffany pada Rabu (12/1/2022) pagi. Siklon terpantau di Australia sebelah utara, sekitar 860 km sebelah barat daya Merauke. Siklon bergerak ke arah barat dengan kecepatan 15 knots atau 28 km per jam, berkekuatan 40 knot atau 75 km per jam. Kepala Bidang Diserminasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan, intensitas siklon ini diperkirakan akan menurun dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah barat. "Siklon tropis Tiffany memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia,"kata Hary melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (12/1/2022). Dampak siklon tropis Tiffany Menurut BMKG, berikut dampak dari adanya siklon tropis Tiffany bagi cuaca di Indonesia: - Angin kencang Angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. - Gelombang tinggi Sementara itu, gelombang setinggi 1...

Mengetahui Ramalan Jayabaya Yang Akan Terjadi Pada Tahun 2022, Berikut Selengkapnya

Jakarta - Ramalan Jayabaya soal Kiamat yang akan terjadi di tahun 2022 menarik untuk ditelusuri. Hal itu terkuak dalam kitab Jangka Jayabaya di masa Kerajaan Kediri. Ramalan Jayabaya itu menyebut tanah Jawa akan memasuki zaman Kalasutra atau kebijaksanaan pada 2022. Sebagai informasi, selama ini Prabu Jayabaya yang merupakan seorang raja dari Kediri dikenal sebagai salah satu peramal ulung yang ramalannya banyak menjadi kenyataan. Seperti dikulip dari akun TikTok @dax_subang, menurut ramalan Jayabaya, tahun 2022 masuk dalam tahun ganjil atau Kalasutra. Berikut ini 20 misteri dan tanda-tanda kiamat kubra di Jaya yang diramalkan Jayabaya pada 2022: 1. Umah ala saya dipuja, artinya rumah maksiat makin dipuji. 2. Wong wadon lacur ing endi-endi, artinya banyak perempuan lacur di mana-mana. 3. Akeh laknat, artinya banyak kutukan. 4. Akeh pengkhianat, artinya banyak pengkhianat. 5. Anak mangan bapak, artinya anak berani pada bapaknya. 6. Sedulur padha mangan sedulur, artinya...

Penjelasan BMKG Terkait Awan Merah Disertai Petir di Puncak Gunung Arjuno Welirang

Jakarta - Fenomena awan berwarna merah yang disertai dengan kilat atau petir di atas puncak Gunung Arjuno Welirang menghebohkan warga. Menurut informasi masyarakat yang beredar di media sosial, fenomena tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, Senin (13/12/2021). Gunung Arjuno ini secara administratif terletak di perbatasan Kota Batu, Kaputen Malang, dan Kabupaten Pasuruan dan berada di bawah pengelolaan Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Penampakan fenomena yang telah banyak diunggah di media sosial tersebut membuat masyarakat di sekitar Kota Batu, Malang merasa khawatir akan pertanda gunung akan meletus. Namun, hal ini dibantah oleh Koordinator Kelompok Mitigasi Gunung Api Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Bencana Geologi ( PVMBG ) Kristianto. Kristianto mengatakan, fenomena yang terjadi di puncak Gunung Arjuno Welirang kemarin itu bukanlah peristiwa vulkanologi atau masalah gunung berapi. "Untuk informasi seperti di atas (fenomena awan kemerahan disertai petir/kil...

Mengetahui Bahaya Awan Panas, Yang Berasal Dari Letusan Gunung Berapi

Jakarta - Awan panas atau aliran piroklastik, dalam letusan gunung berapi , merupakan campuran terfluidasi dari fragmen batuan panas, gas panas, dan udara yang terperangkap dan bergerak dengan kecepatan tinggi. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, suhu gas vulkanik dapat mencapai 600 hingga 700 derajat celcius. Kecepatan alirannya sering melebihi 100 km per jam. Dengan demikian, awan panas bisa sangat berbahaya, seperti yang terjadi di Pulau Karibia Prancis, Martinique, pada tahun 1902. Saat itu, "awan bercahaya" menyapu lereng Gunung Pelee dan membakar kota pelabuhan kecil, Saint-Pierre, menewaskan semuanya kecuali dua dari 29.000 penduduknya. Awan panas berasal dari letusan gunung berapi yang eksplosif ketika ekspansi hebat pecahan gas yang keluar dari magma menjadi partikel kecil dan menciptakan fragmen piroklastik. Dilansir dari National Geographic, awan panas terbentuk dalam berbagai cara. Penyebab umumnya adalah ketika kolom lava, abu, dan gas yang dike...

Mengetahui Siklon Tropis Paddy, Fenomena Angin Kencang di Jakarta

Jakarta - Warga Jakarta dihebohkan dengan peristiwa angin kencang pada Selasa (23/11) malam. Pepohonan bergoyang kencang. Bahkan pintu koridor bus Transjakarta pun ikut berguncang malam itu. Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan Cuaca BMKG, Miming Saepudin mengungkap, angin kencang yang terjadi dampak dari siklus tropis paddy. Miming mengatakan, fenomena alam tersebut memang terjadi jauh di seletan Samudra Hindia. Namun, dampak bisa dirasakan di Indonesia "Salah satunya adalah fenomena angin kencang yang memang terjadi diwilayah Jakarta,"kata Miming saat dihubungi wartawan, Rabu (24/11). Catatan BMKG, kecepatan angin pada malam kemarin mencapai 28 Km sampai 46 Kilometres per jam. Angin kencang itu terjadi di Cengkareng, Kemayoran, Halim, dan Tanjung Priok. " Kami memberikan analisis memang kondisi tersebut, secara tidak langsung, sebagai dampak keberadaan Siklon Tropis Paddy di selatan Samudra Hindia,"katanya. Apa itu Siklon Tropis Paddy? Dik...

BMKG Memantau Siklon Tropis Paddy di Indonesia, Berikut Selengkapnya

Jakarta - Bibit siklon tropis 90S yang terdeteksi tumbuh beberapa hari yang lalu, sekarang sudah tumbuh menjadi siklon tropis Paddy, dan ini memiliki dampak terhadap cuaca di Indonesia Sejak 19 November 2021 lalu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) memantau pertumbuhan bibit siklon tropis 90S, di sekitar Samudra Hindia bagian tenggara. Berdasarkan analisis terbaru tanggal 22 November 2021 pukul 16.00 WIB, bibit siklon tropis 90S telah berkembang menjadi siklon tropis Paddy. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, posisi atau lokasi koordinat siklon tropis Paddy ini adalah 13.3 LS, 108.8 BT. "Siklon tropis Paddy ini diketahui berada di sekitar Samudra Hindia selatan Jawa Tengah,"kata Guswanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/11/2021) malam. Diketahui juga bahwa kecepatan angin maksimum di sekitar pusat Siklon Tropis Paddy mencapai 40 knot atau sekitar 75 km per jam dengan ...

Terkait Maraknya Berbagai Pihak Lakukan Perjalanan Luar Angkasa, Beberapa Peneliti Khawtirkan Dampaknya

Jakarta - Perlombaan menuju ke luar angkasa makin marak dilakukan berbagai pihak. Setidaknya lebih dari 85 perusahaan dan organisasi menuju ke sana. Namun di antara hiruk pikuk perlombaan itu, beberapa peneliti rupanya mengkhawatirkan sesuatu. Menurut mereka sebelum perjalanan ke luar Bumi menjadi sebuah hal yang rutin, dunia perlu menerapkan beberapa langkah biosekuriti dasar. Jika tidak, kita bisa saja mulai menerima pengunjung asing yang tak diinginkan. Pengunjung yang dimaksud oleh peneliti ini adalah organisme asing seperti mikroba misalnya. Mengutip Science Alert, Minggu (21/11/2021) dan jika organisme asing itu berhasil menumpang kembali ke Bumi di salah satu pesawat luar angkasa, maka itu bisa saja menjadi ancaman dan malapetakan bagi keseimbangan kehidupan Bumi. Memang kemungkinan di atas untuk terjadi masih dipertanyakan, terutama karena kita belum menemukan kehidupan di luar Bumi. Tetapi mengingat betapa buruknya jika sampai terjadi, hal tersebut merupakan keny...

Gunung Berapi Kilauea Yang Pernah Meletus Selama 5 Tahun Dan Menciptakan Letusan Lava Yang Memancur

Jakarta - Gunung Kilauea merupakan gunung berapi perisai aktif dan terbesar di Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Gunung setinggi 1.247 meter ini dikutip dari laman sciencealert, Senin (15/11/2021),. pernah meletus . hampir selama 5 tahun berturut-turut atau tepatnya 1.774 hari. Letusan bersejarah Gunung Kilauea dimulai pada 24 Mei 1969, diawali dengan suara gemuruh dari dalam perut gunung berapi yang paling aktif di Kepulauan Hawaii. Setelah itu disusul lava yang memancur secara spektakuler selama 5 tahun. Begitu besar letusan yang terjadi, lava yang mendingin menciptakan lanskap baru di sisi Gunung Kilauea, sehingga dinamai "gunung yang sedang tumbuh" atau Maunaulu. Pada tahun 1969 saja, dua belas air mancur lava besar meletus di situs tersebut. Aktivitas vulkanik ini telah diabadikan dalam foto-foto yang dramatis. Penampakan lava yang terekam bikin merinding seperti baja meleleh naik dari dasar bumi. Lava yang keluar dari dalam perut gunung begitu deras l...

Lebah Madu memiliki Mekanisme Yang Unik Ketika Sarangnya Diserang Lebah Raksasa, Berikut Selengkapnya

Jakarta - Lebah madu (Apis cerana) ternyata memiliki mekanisme pertahanan yang unik ketika sarangnya diserang sejenis lebah raksasa (Vespa soror). Untuk melindungi koloni dan sarang yang berisi madu dari serangan lebah raksasa, maka lebah madu membunyikan alarm khusus. Para ilmuwan yang melakukan penelitian mendeskripsikan alarm tersebut seperti suara jeritan yang mengganggu ketika sarangnya diserang lebah raksasa. Sinyal alarm system hiruk pikuk yang dihasilkan lebah madu disebut sebagai peringatan antipredator. Fenomena alarm pertahanan yang dikeluarkan lebah madu ini pertama kali ditemukan para peneliti dari Wellesley University di Massachusetts. Secara keseluruhan, para peneliti menangkap hampir 30.000 sinyal lebah dalam durasi perekaman lebih dari 1.300 menit, di tiga tempat peternakan lebah di Hanoi, Vietnam. Heather Mattila dan rekan-rekan peneliti dari Wellesley University di Massachusetts merekam suara di dalam sarang yang berisi lebah madu saat diserang sej...

Mengapa Setiap 3 November Tengah Hari Berlalu Lebih Cepat? Berikut Selengkapnya

Jakarta - Tahukah Anda, dalam satu tahun ada hari yang memiliki waktu lebih cepat dari biasanya dan ini terjadi pada tengah hari. Pada hari ini, 3 November 2021, tengah hari lebih cepat dalam setahun. Peneliti di Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang mengatakan, fenomena ini bukanlah suatu peristiwa yang aneh. Sebab, fenomena tengah hari lebih cepat dalam setahun ini terjadi setiap tahun pada tanggal 3 November. Andi menjelaskan, fenomena tengah hari yang lebih cepat pada setiap tanggal 3 November ini dikarenakan nilai perata waktu yang lebih besar sehingga Matahari akan transit lebih cepat dibandingkan dengan hari-hari biasanya dalam setahun. Perata waktu adalah selisih antara Waktu Matahari Sejati dengan Waktu Matahari Rata-Rata. Perata waktu dipengaruhi oleh dua faktor, yakni kemiringan sumbu Bumi dan kelonjongan orbit Bumi 1. Kemiringan sumbu Bumi Saat kemiringan sumbu bumi...

Arkeolog di Peru Menemukan Makam Kuno Diyakini Menjadi Pentunjuk Peradaban Pra-Inca Wari

Jakarta - Tim arkeologi di Peru utara menemukan sisa-sisa 29 kerangka makam kuno. Kerangka di pemakaman kuno ini diyakini menjadi petunjuk budaya masyarakat peradaban pra-Inca Wari. Penemuan makam kuno Peru ini dinilai dapat membantu para ahli untuk menulis ulang sejarah peradaban pra-IncaWari, dilansir dari Phys, Senin (25/10/2021). Sisa-sisa kerangka itu diperkirakan telah terkubur lebih dari 1.000 tahun yang lalu di Huaca Santa Rosa de Pucala, sebuah pusat upacara kuno di wilayah pesisir Lambateque, sekitar 750 kilometres di utara ibukota Peru, Lima. Kerangka di pemakaman kuno Peru ini terdiri dari tiga anak-anak dan seorang remaja yang ditemukan di depan kuil. Penemuan kerangka anak-anak dan remaja di pemakaman kuno Peru ini menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang dikorbankan dalam budaya Wari. Hal itu diungkapkan Edgar Bracamonte, peneliti utama, mengatakan kepada AFP. Bracamonte mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya penemuan yang terkait dengan peradab...

Apakah Itu Tsunami? berikut Ini Ada Beberapa Tragedi Tsunami Yang Terjadi, Sebagai Berikut

Jakarta - Tsunami merupakan gelombang air laut yang besar. Pemicunya adalah pusaran air bawah laut yang disebabkan oleh pergeseran lempeng, tanah longsor, erupsi gunung api, dan lain-lain. Gelombang tsunami dapat bergerak dengan sangat cepat dengan ketinggian gelombang hingga 30 meter. Pada tahun 2006 silam, wilayah Aceh disapu oleh gelombang tsunami dahsyat setelah terjadi gempa dengan kekuatan 8,9 SR Tsunami terbesar di dunia Beberapa peristiwa tidal wave tercatat sebagai yang paling merusak dan paling mematikan yang pernah tercatat oleh sejarah. Dilansir dari Live Science, berikut adalah daftarnya: Tsunami di Laut Mediterania Pada 8.000 tahun yang lalu, sebuah gunung berapi menyebabkan longsoran di Sisilia yang menabrak laut dengan kecepatan 321 km per jam. Peristiwa tersebut memicu tsunami dahsyat yang menyebar ke seluruh Laut Mediterania. Tidak ada catatan sejarah mengenai peristiwa ini, hanya catatan geologis, namun menurut para ilmuwan, ketinggian gelombangnya...

Selain Berwarna Kuning, Lalu Matahari Bisa Berwarna Apalagi Aslinya?

Jakarta - Sejak kecil, kita telah belajar memilih warna kuning untuk menggambar Matahari. Lalu, menambahkan sedikit warna jingga atau merah jika mengilustrasikan momen matahari terbit atau terbenam. Tetapi bintang di pusat tata surya kita itu sebenarnya tidak hanya berwarna kuning, jingga, atau merah saja. Tapi gabungan semua warna ini bersama-sama, dan banyak lagi. Matahari memancarkan cahaya dalam spektrum warna yang berkesinambungan. Jika melihat melalui prisma, Anda akan melihat sinar Matahari dibagi menjadi merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, hingga ungu. Ini semua adalah warna dalam spektrum yang terlihat, seperti dalam pelangi. Faktanya, pelangi adalah bagaimana sinar Matahari yang terlihat oleh mata ketika melewati tetesan air di atmosfer, yang bertindak seperti prisma kecil. Namun, meskipun Matahari multi-warna terlihat cerah, itu tidak sepenuhnya benar. Ketika semua warna cahaya yang dipancarkan Matahari dicampur, kita hanya mendapatkan satu warna. Jika...

Berikut Ini Ada 4 Teori Terbentuknya Alam Semesta

Jakarta - Para ahli astronomi telah merumuskan berbagai teori untuk menjelaskan berbagai kejadian alam semesta Terdapat beberapa teori yang dirumuskan. Teori terbentuknya alam semesta 1. Teori Big Bang   Teori pembentukan alam semesta yang terbaik dan banyak didukung para ahli sampai sekarang adalah Teori Big Bang. Teori ini meyakini bahwa terbentuknya alam semesta berasal dari dentuman yang dahsyat. Teori Big Bang dikemukakan oleh Abbe Lemaitre pada tahun 1920-an. Teori ini meyakini bahwa alam semesta berasal dari gumpalan atom yang sangat besar. Suhu gumpalan atom ini diperkirakan berkisar antara 10 milyar sampai 1 triliun derajat Celcius. Gumpalan atom tersebut meledak 15 milyar tahun yang lalu. Sisa-sisa ledakan inilah yang menyebar dan menjadi awan hidrogen. Awan ini membentuk bintang-bintang yang kemudian membuat bintang berpusat membentuk galaksi. 2. Teori keadaan tetap Teori keadaan tetap dirumuskan oleh H. Bondi, T. Gold, dan F. Hoyle pada tahun 1948. M...

Apa Itu Aurora? Dan Kenapa Bisa Berbeda Warna? Berikut Penjelasannya

Jakarta - Aurora adalah fenomena langit yang indah dengan menampilkan berbagai macam warna cahaya. Namun, tahukah Anda mengapa warna aurora bisa berbeda-beda? Keindahan aurora adalah salah satu rahasia alam semesta yang selalu menarik untuk diulik. Sains jelaskan, warna aurora yang bervariasi dan beragam tergantung pada ketinggian serta jenis atom yang terlibat, dilansir dari National Geographic, Jumat (24/9/2021). Jika ion menyerang atom oksigen yang tinggi di atmosfer, interaksi mereka akan menghasilkan cahaya berwarna merah. Cahaya aurora berwarna merah merupakan hal yang tidak biasa karena warna aurora yang paling dikenal adalah hijau dan kuning. Warna hijau dan kuning aurora terjadi saat ion menyerang oksigen di ketinggian yang lebih rendah. Sedangkan cahaya berwarna kemerahan dan kebiruan yang sering muncul di bagian bawah aurora, merupakan hasil tabrakan ion dengan atom nitrogen. Ion yang menabrak atom hidrogen, serta helium nantinya akan menghasilkan aurora dengan ...

Kenapa Planet Mars Berwarna Merah? Berikut Penjelasannya

Jakarta - Planet Mars adalah planet yang bersebelahan dengan Bumi. Tetangga terdekat Bumi ini juga dikenal dengan sebutan World Merah karena tampilan warnanya. Namun, mengapa Mars berwarna merah? Seperti dilansir dari ZME Scientific research, Jumat (17/9/2021), warna Planet Mars disebabkan karena oksidasi besi atau karat, senyawa yang terbuat dari dua atom besi dan tiga atom oksigen. Karenanya, dewa perang Yunani juga memberikan nama lain Mars, yaitu bintang merah terang apabila planet itu terkadang muncul. Kendati demikian, masih belum jelas apa penyebab semua oksidasi besi bisa terjadi di permukaan world Mars. Hanya saja, meski Mars dijuluki sebagai Earth Merah, namun fakta bahwa Mars telah terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun. Planet ini terbentuk dari puing-puing, gas dan debu yang kemudian menyatu. Di antara semua unsur tersebut, terdapat banyak besi yang ditempa di jantung bintang yang telah lama mati. Sama seperti Bumi, Mars juga memiliki banyak material besi. Bedany...

Sebuah Robot Milik NASA Berhasil Mengumpulkan Bebatuan Mars, Namun Sampel nya Lenyap? Berikut Selengkapnya

Jakarta - Dalam beberapa minggu terakhir, robot Determination milik NASA bekerja keras mengumpulkan berbagai sampel batuan yang akan dikirim kembali ke Bumi untuk dianalisis lebih rinci. Potongan kecil batuan Mars ini diharapkan dapat menjawab pertanyaan penting: apakah pernah ada kehidupan di planet merah. Pada Jumat (6/8/2021), Perseverance mengebor batu yang menarik agar bisa mengambil sampel dan memasukkannya ke dalam tabung. Semua berjalan sesuai rencana, sampel batuan berhasil dikumpulkan dan wadah tabung menyimpannya. Setidaknya data dari bagian misi itu berkata demikian. Namun seperti dilansir dari IFL Science, Senin (9/8/2021), tampaknya tidak ada sampel yang dikumpulkan. Sampel batuan itu lenyap. Information yang dikirim kembali ke Bumi dari tabung pengumpul menunjukkan tidak ada sampel batuan yang dikumpulkan. Willpower dilengkapi dengan 43 tabung sampel titanium yang dapat digunakan untuk mengumpulkan batu dan regolith, tanah gembur di permukaan Mars. Sistem ...

Fenomena Terjadinya Tsunami, Berikut Penjelasannya

Jakarta - Tidal wave merupakan gelombang yang diakibatkan oleh perubahan vertikal dasar laut karena terjadinya gempa bumi di dekat atau di dasar laut. Gempa bumi mengakibatkan air laut yang luar biasa banyaknya berpindah tempat secara mendadak. Gelombang tsunami bergerak keluar dari sumbernya ke segala arah. Gelombanya bisa sangat panjang hingga menyebrangi lautan. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat bergerak dengan kecepatan 1.000 kilometres per jam, sedangkan di kawasan pantai, Tsunami akan melambat. Di Indonesia maupun negara-negara lain, gempa bumi bawah laut yang menyebabkan pergeseran vertikal secara mendadak di dasar laut merupakan penyebab utama tsunami. Indonesia terletak di kawasan yang memiliki aktivitas seismik yang tertinggi sehingga gempa bumi sering terjadi. Hal ini diakibatkan oleh wilayah Indonesia yang dikelilingi oleh area pertemuan lempeng tektonik dan gempa bumi terjadi pada lokasi pertemuan kedua lempeng tersebut. Dilansir dari buku Pengantar Penget...

Sebuah Kerangka Sepasang Kekasih Ditemukan di Cina Dalam Keadaan "Berpelukan", Diperkirakan Sudah Berusia 1.500 Tahun

Jakarta - Sisa-sisa kerangka sepasang kekasih yang berusia 1500 tahun ditemukan di China utara. Hal yang menarik dari temuan ini adalah, pasangan kekasih itu ditemukan dalam satu liang dengan posisi berpelukan. Selain itu juga, dalam analisisnya peneliti memperkirakan kalau pasangan perempuan mengorbankan dirinya agak bisa dimakamkan bersama kekasihnya. "Ini adalah pasangan pertama yang ditemukan dalam kondisi berpelukan seperti ini di China,"ungkap Qian Wang, peneliti studi dan profesor di Departemen Ilmu Biomedis di Texas A&M University of Dentistry. Mengutip Live Science, Sabtu (28/8/2021) arkeolog menemukan kerangka pasangan kekasih tersebut pada Juni 2020 dalam sebuah eskavasi kuburan di Provinsi Shanxi. Pemakaman itu berisi sekitar 600 kuburan Xianbei, kelompok nomaden kuno di China Utara yang berasimilasi dengan budaya China Han. Berhubung kuburan sepasang kekasih di China itu unik, para arkeolog memutuskan untuk tak menggali sisa-sisa kerangka sepe...